Rekonstruksi Paradigma Organisasi Mahasiswa

Rekonstruksi Paradigma Organisasi Mahasiswa

Rekonstruksi Paradigma Organisasi Mahasiswa

Berikata.com – Badan Eksekutif Mahasiswa atau yang lebih sering dikenal dengan BEM merupakan sebuah organisasi kemahasiswaan resmi intra kampus yang menjalankan tugasnya sebagai lembaga eksekutif di tingkat universitas, institut, atau fakultas. BEM ini dipimpin oleh seorang presiden atau ketua umum yang dipilih dengan cara pemilu. Untuk mengurusi berbagai kegiatan yang dilaksanakan dan mencapai tujuannya, BEM memiliki beberapa departemen yang disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Begitu juga halnya organisasi mahasiswa seperti BEM, pada dasarnya organisasi mahasiswa adalah sebuah wadah berkumpulnya mahasiswa demi mencapai tujuan bersama, namun harus tetap sesuai dengan koridor anggaran dasar anggaran rumah tangga (AD/ART) yang disetujui oleh semua anggota dan pengurus organisasi tersebut. Organisasi Mahasiswa tidak boleh keluar dari rambu-rambu utama tugas dan fungsi perguruan tinggi yaitu tri dharma perguruan tinggi, tanpa kehilangan daya kritis dan tetap berjuang atas nama mahasiswa, bukan pribadi atau golongan.

organisasi mahasiswa mempunyai peran dan fungsi yang cukup vital yakni sebagai wadah aspirasi mahasiswa, melaksanakan kegiatan mahasiswa, pengembangan minat dan bakat mahasiswa serta bertugas untuk mengawasi dan mengkritisi kebijakan kampus yang menyangkut mahasiswa,bahkan lebih dari itu kita bicara mengenai organisasi mahasiswa.

Jika kita belajar sejarah, pada awalnya wadah gerakan mahasiswa bernama DEMA yang merupakan akronim dari Dewan Mahasiswa. Waktu itu kehadirannya dapat dibilang cukup progresif bahkan menjurus radikal, sehingga membuat pemerintah merasa terancam. Pasca peristiwa Malari, progresivitas DEMA menjadi berkurang cukup signifikan. Tepatnya Pada 1978 terjadi demontrasi besar-besaran menolak pemilihan kembali Soeharto sebagai presiden. Akibat dari aksi tersebut pemerintah memberlakukan peraturan Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK) dan Badan Koordinasi Kampus (BKK).
Fakta sejarah kita mencatat bahwa ada harapan dari setiap gerakan organisasi mahasiswa,yang pada masa itu rezim yang sangat otoriter terhadap setiap kebijakan menjadi ladang organisasi mahasiswa.

kritik atas apa yang dilakukan oleh BEM atau organisasi yang mengaku mewakili masyarakat secara luas, harus dikonstruksikan dari basis objek permasalahan yang faktual dan aktual. Secara empirik, kita tentu tahu pola gerak BEM secara disadari ataupun tidak. Ada yang militan dan progresif, tapi ada juga yang benar-benar hanya menjadi event organizer rektorat.

Kemudian untuk melakukan kontra wacana maka harus benar-benar memahami dinamika gerakan ini. Mengkomparasikan progresivitas BEM secara historis, baik ketika masih menjadi DEMA, kemudian SEMA dan berubah menjadi BEM. Maka kita akan mengetahui antitesis gerakan BEM di masa sekarang, sebagai bagian dari kritik atas sistem yang erat kaitannya dengan NKK/BKK.

Dalam zaman yang kita sebut 4.0 ini,saya melihat gerakan mahasiswa adalah sebagian kecil pelacuran idealisme lewat jalur yang formal. Mahasiswa kritis sering-sering menjadi bisu setelah dihadapkan dengan gemilang harta dan kekuasaan, kelantangan perlawanan mereka dijalanan terhadap pemerintah termakan arus kekuasaan, mau tidak mau idealisme dilacurkan pada seonggok materi”
” Takut beasiswanya di cabut,takut nilainya jelek,takut dosennya baper.” Dalam hal-hal yang sangat “receh” kata anak milenials,mahasiswa di hadapkan pilihan untuk takut terhadap penindasan.

Dalam peradaban yang dewasa ini Mahasiswa kaum intelektual dari akademisi yang unggul terdidik kristis yang mempunyai segudang ilmu pengetahuan untuk selalu menjadi garda terdepan dalam sebuah peradaban baru. Mungkin hanya sebuah kata yang basi dan tidak ada nilainya. Karena,apalah teori jika di bantah dengan realitas hari ini.
Semua tiba-tiba tidak seperti yang dibayangkan. Ternyata tempurung kampus yang selama ini menjadi tempat digodoknya segala pemikiran menjadi boomerang bagi mahasiswa dalam menghadapi realitas. Idealisme dan cita-cita tinggi yang dahulu di gantungkan perlahan sirna, semua hanya sekedar menjadi catatan-catatan tak berarti, hanya berakhir pada sebuah teori tanpa bisa di aplikasikan.

Dahulu bilang,”ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi umat”, namun kenyataannya disibukkan dalam mencari penghidupan. Akhirnya terjebak pada rutinitas yang dari pagi hingga malam hanya sekedar memenuhi kantongnya sendiri. Kata “umat” pun semakin lama semakin menjadi asing. Dan memberi kesimpulan,”kita harus realistis.”

Dahulu berkata,”kita harus berjuang untuk menegakkan Keadilan”, namun kenyataannya hanya terkurung pada tembok kelas dan gerbang sekolah tempat belajar. Tidak ada aktivitas advokasi, riset, atau terjun kelapangan memberikan pengarahan, yang ada mereka hanya belajar sebagai aktivitas rutin dan menjadikannya sebagai tambang kekayaan kehidupannya. berdalih,”ini juga memerlukan pengorbanan.”

Realitas kehidupan organisasi hari ini memang sedang tidak baik-baik saja,kehidupan sumber daya mahasiswa juga sedang tidak sehat,berharap kampus paham dengan matinya dialektika kehidupan mahasiswa,tetapi para akademis dan pimpinan rektorat hanya duduk dan melihat realitas yang sedang tidak baik. Bahkan,kehidupan mahasiswa yang tidak baik ini di lumrahkan karena anggapan perubahan zaman. Jika dosen,dekan,rektor bisa bertindak sebagai orang yang tidak eksklusif dan otoriter kepada setiap kritik organisatoris,maka mahasiswa dapat menjadi kawan terbaik untuk berdiskusi membangun kehidupan kampus dan bangsa yang sehat lewat organisasi mahasiswa.

” Ketika menjadi mahasiswa, berpikir lurus sesuai teks buku,tanpa mencari tau realitas. teori buku itu tak ubahnya menjadi bedak dan lipstik yang tak menentukan penampilannya.” – bryan

-Bryan Pratama
Menkopolhukam BEM UM Jember

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account