Muhammadiyah Jember : NETRALITAS PERSYARIKATAN KEBERPIHAKAN INDIVIDUAL

Muhammadiyah Jember : NETRALITAS PERSYARIKATAN KEBERPIHAKAN INDIVIDUAL

Muhammadiyah Jember : NETRALITAS PERSYARIKATAN KEBERPIHAKAN INDIVIDUAL

Jember -Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember,Jawa Timur.

Dalam situasi kompetisi politik kekuasaan yang semakin memanas, menebarkan kebencian dan berhadap hadapan antar kontestan maupun pendukungnya, dibutuhkan kecerdasan dalam bersikap dan menghadapinya, agar dapat melewati situasi tersebut dengan benar, tepat dan baik.

Ust H. Kusno selaku ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah berpendapat bahwa ; Persyarikatan Muhammadiyah adalah sebuah ormas keagamaan yang fokus pada gerakan islam dan Dakwah amar makruf nahi mungkar yang bertujuan mewujidkan masyarakat islam yang sebenar benarnya, yang beranggotakan orang perseorangan dengan ragam keunikan dan multi alenta individualnya.katanya ketika dihubungi Berikata.com, Senin (26/3/2019).

Memang setiap sikap dan tindakan seorang pimpinan, kader, anggota dan warga, termasuk eksponen Muhammadiyah baik di persyarikatan, organisasi otonom maupun Amal Usaha Muhammadiyah harus taat dan tunduk pada kebijakan pimpinan pusat Muhammadiyah. Ketika dalam pemilu 2019, secara organisatoris sudah menetapkan bahwa Muhammadiyah bersikap netral dan menjaga jarak dekat yang sama kepada paslon capres cawapres maupun caleg dari berbagai parpol yang sedang berkompetisi meraih dukungan rakyat, termasuk warga dan anggota persyarikatan Muhammadiyah.

Makna NETRALITAS tersebut adalah Tidak benar dan tidak dapat dibenarkan sekiranya ada warga, anggota, kader, pimpinan atau bahkan eksponen Muhammadiyah dengan sengaja menggunakan atribut, simbol, lambang dan nama Muhammadiyah, apalagi memanfaatkan fasilitas Amal Usaha Muhammadiyah, sekolah, masjid dan lainnya untuk mendukung paslon capres cawapres, caleg tertentu dan berkegiatan berkenaan politik praktis , walaupun mereka yg berkompetisi politik itu para kader kebangsaan dari Muhammadiyah.

NETRALITAS Muhammadiyah dalam pemilu 2019 ditujukan agar para Kader kebangsaan yang berkompetisi politik tetap nyaman , sejuk, damai dan Sejahtera dalam naungan rumah tinggalnya Muhammadiyah dan Indonesia, ketika mereka sudah penat letih dan lelah akibat pertarungan politik kekuasaan di medan pemilu, kalah atau menang.

Maka NETRALITAS persyarikatan Muhammadiyah justru memberikan ruang aktualisasi diri yang orsinil bagi setiap anggota, kader , anggota dan warga Muhammadiyah untuk proaktif dan produktif dalam penyelenggaraan pemilu 2019 tanpa mengkaitkan dirinya dengan Muhammadiyah. Mari wujudkan NETRALITAS persyarikatan Muhammadiyah dengan berpolitik nilai dan politik kebangsaan dengan tepat, baik dan benar. “Ujar Ust H Kusno”

Bagi pimpinan, kader, anggota, warga Muhammadiyah yang sedang berkompetisi politik kekuasaan di pemilu 2019 ini, secara individual harus yakin memiliki kelayakan untuk dipilih dan menang tanpa menggunakan atau memanfaatkan simbol, atribut, logo, lambang persyarikatan Muhammadiyah berikut ortom ortomnya. Demikian pula, hal itu berlaku bagi siapapun yang menjadi Tim sukses paslon capres cawapres maupun caleg tertentu. Lanjutnya.

– Admin

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account