Nyampah Di Sosial Media

Sosial media telah menjelma menjadi kebutuhan primer, bagi generasi x, y, dan z bahkan telah merambah generasi alpa. Bukan sekedar kebutuhan untuk komunikasi semata hari ini sosisal media telah beranjak dari tujuan awal “mendekatkan yang jauh” menjadi gaya hidup bagi sebagian ummat manusia.

Tidak hanya berisikan fitur telpon dan pesan singkat tapi telah di lengkapi dengan fitur berbagi foto, video, dan berbagi cerita yang memudahkan pemakainya untuk “Nyampah”. Sampah identik dengan barang tidak terpakai, tidak ada nilai jual, dan bahkan kotor. Nyampah di sosial nampaknya telah menjadi bagian dari gaya hidup bahkan kebutuhan, bentuknnya macam-macam bisa berupa caki-maki, curhat dan mengumbar kehidupan pribadi. Akan tetapi berbagai di sosial media dapat digunakan sebagai sarana untuk release emosi namun tetap dalam penggunaannya harus dikontrol.

“seseorang dapat dikatakan tidak sehat ketika curhat di sosmed ditinjau dari dua aspek, yaitu konten dan intensitas” kata Ria Wiyatfi Linsiya, psikolog sekaligus dosen Fakultas Psikologi UM Jember.

Konten yang masuk dalam kategori sampah biasanya berupa privasi yang tidak perlu diumbar ke publik atau yang lebih parah adalah berita hoax, yang mana konten tersebut dapat menimbulkan perspektif negatif dari pembaca hingga menimbulkan “peperangan” berupa hujatan. Intensitas dikategorikan tidak sehat jika dalam pemakaiannya telalu sering hingga jumlahnya sebanyak “gerombolan semut” bahkan dapat menimbulkan kecemasan saat penggunanya tidak melakukan aktivitas berbagi melalu sosial media. intensitas yang berlebihan tersebut akan menimbulkan kebutuhan baru yaitu berupa pemenuhan paket data internet.
Lebih lanjut seseorang yang tidak sehat dalam penggunaan sosial media memiliki kecenderungan merupakan orang yang mengungkapkan dirinya melalui sosial media, akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari orang tersebut takut dalam mengungkaokan dirinya” Anggraeni, psikolog.

Kebutuhan berbagi melalui sosmed terkadang juga tidak disadari oleh penggunanya, sehingga akan ada jeda waktu beberapa detik ketia ada pernyataan “tujuannya untuk apa uplaoad di sosmed?
Jadi apa tujuan anda berbagi melalu sosmed??

-J

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account