Melarang kedatangan Rocky Gerung di jember,sama dengan melanggar Undang-Undang.

Melarang kedatangan Rocky Gerung di jember,sama dengan melanggar Undang-Undang.

Melarang kedatangan Rocky Gerung di jember,sama dengan melanggar Undang-Undang.

Berikata.com – Pengamat politik, Rocky Gerung, kembali di tolak di kabupaten Jember.

Diketahui, Rocky Gerung dijadwalkan menghadiri forum diskusi Menakar demokrasi dengan akal sehat pada kamis (7/3/2019).

Rocky gerung akan hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut.

Sebelum berangkat ke jember, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) menolak kedatangan tokoh politik itu.

Forum diskusi yang akan digelar itu dinilai provokatif dan akan menganggu kondisi kawasan Jember.

Sementara panitia penyelenggara mengungkap bahwa kedatangan mereka tak ada hubungannya dengan pemilu 2019.

Menanggapi hal tersebut, Pihak rektorat UMjember angkat bicara melalui sebuah press release pada rabu (6/3/2019).

Sulistyo Adi selaku WR III memberikan penjelasan sebagai berikut.

“Kami mendatangkan rocky gerung dikarenakan ada tamu dari bandung,yaitu Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung dan kebetulan adalah kerabat dari beliau” ungkap Sulistyo Adi

“Mumpung ada kesempatan,ya sekalian kita bikinkan forum akademik,yang jelas forum akademik itu di atur dalam undang-undang dan di lindungi oleh undang-undang,jika kami melakukan pelanggaran ya silahkan di beri peringatan dan tindakan ” tambahnya.

Selain itu, dalam UUD 1945 juga menjelaskan salah satu undang-undang RI yang berbunyi bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Lebih jelas bahwa UU 12 tahun 2012 sudah mengatur mengenai pendidikan tinggi dan perlindungan kebenaran akademik.

bahwa negara tidak melindungi pendapat seseorang melainkan haknya.

“Negara tidak melindungi pendapat siapa pun. Yang dilindungi negara adalah hak untuk berpendapat. Jadi haknya yang dilindungi, bukan pendapatnya. Negara nggak ada urusan dengan pendapat orang,” rocky gerung

Pengamat politik lulusan Filsafat Universitas Indonesia ini juga mengatakan bahwa jika ada yang menghambat pendapat orang lain harus ditangkap.

“Orang menghambat hak untuk berpendapat. Hak berpendapat itu konstitusional. Orang yang menghambat hak konstitusional, yang musti ditangkap itu yang menghambat bukan pemilik hak,” tutur Rocky Gerung.

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account