Analisis Politik PILPRESMA Di WC “PTS” UNMUH Jember

Analisis Politik PILPRESMA Di WC “PTS” UNMUH Jember

Analisis Politik PILPRESMA Di WC “PTS” UNMUH Jember

“Menjadi mahasiswa idealis seperti Soe Hok Gie adalah kesunyian karna suguhan matrialisme hari ini memaksa kita berfikir cepat lagi tepat agar diri terselamat tidak terjerumus pada lubang kerugian sekalipun harus menanggalkan ideailisme yang merupakan harta satu satunya bagi mahasiswa, tapi bagi saya memahami Soe Hok Gie dengan membaca bukunya “Catatan Seorang Demonstran” adalah keniscayaan sehingga saya menjadi seorang dinamasi di tengah kegelisahan dari keruwetan, dan yang pasti saya tersulut semangat Gie yang begitu gila saat memandang arti kemerdekaan dan kesejahtraan.

 

Nampaknya kegilaan Gie harus disebar,direorientasi,dan diupgrade metodenya dengan wacana baru (The new paradigm) sehingga akan ada Gie baru di zaman ini, terlepas dari maksud Gie dengan segala fenomenanya  yang perlu di pahami kita ini semua manusia yang secara fitrah Manusia adalah suci dan merdeka yang di setiap kesempatan di perboleh kan melakukan tindakan apa-apa yang di inginkan.

 

Berangkat dari hal di atas secara pribadi saya menginginkan kebaikan, kamajuan dan kesejahtraan haqiqi dengan di bebaskan menulis apa saja yang saya inginkan dan berpendapat apapun prihal segala kejadian karna itu semua pemberian Tuhan. Selebih nya baca sampai selesai tulisan ini.

 

Universitas Muhammadiyah Jember (UNMUH Jember) yang terletak Jalan Karimata No.49, Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur adalah kampus kebanggaan bagi mahasiswa di dalam nya, namun sebaik apapun PTS tetap bukan rujukan bagi mahasiswa yang berharap nilai akademis nya berarti ketika lulus nanti, karna akan bersaing ketat dengan PTN seperti UI,UGM,ITB,UNIBRAW tentu UNMUH Jember berada di list bawah yang hanya menjadi second line dalam penilaian.

 

Menjadi mahasiswa PTS bukanlah kegagalan proses atau kesalahan sejarah, jika PTS tidak menjadi rujukan akademis lalu apa daya tawar (bargaining power) yang bisa di berikan kepada mahasiswa nya, yang seharusnya tawaran itu 2 (dua) pinang yaitu akademik dan non akademik, menurut hemat aktivis mahasiswa PTS hanya butuh sedikit berfikir nakal dengan memberikan pinang yang ke 2 (dua) sehingga PTS bisa menjadi penguasa untuk memenangkan pertarungan, baik dalam kompetisi pendidikan maupun dunia kerja, berfikir nakal adalah memberikan ruang penuh bagi mahasiswanya untuk mengeksplorasi minat bakat nya dengan ikut di dalam ORMEK atau UKM  bukan malah represif dan meng kebiri seolah bukan Perguruan Tinggi di Negara demokrasi.

 

SK Rektor UNMUH Jember No :0147/KEP/II.3.AU/D/2018 tentang jam buka tutup gedung UKM UNMUH Jember sampai jam 21.00 WIB yang berlaku sejak 18 Januari 2018 adalah kesalahan kebijakan yang fatal, bagaimana bisa di benarkan sedang proses pembuatan kebijak tersebut tidak dengan alasan dan cara yang benar justru karna kebijakan tersebut banyak penolakan walau penolakan hanya berada di sela seduhan kopi mahasiswa tua, mengutip Paulo Freire seorang tokoh pendidikan brazil beraliran sosialis historis dalam bukunya “Pendidikan Kaum Tertindas” Paulo, memandang pendidikan haruslah humanis, humanisasi lewat pendidikan adalah sebuah politik pembebasan manusia dengan cara membongkar kesadaran manusia itu sendiri. Manusia harus mengetahui bahwa dunia dan realitas hidup ini bukan ‘sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, dan dengan begitu harus diterima apa adanya’ sebagai sesuatu takdir atau semacam nasib yang tidak boleh kita kritisi sama sekali, konklusinya adalah UNMUH Jember tidak lagi humanis dengan tidak menjadikan mahasiswanya sebagai subjek tetapi sebatas objek.

 

Idealnya membuat kebijakan itu harus benar dan  alasan yang rasional dengan menjujung tinggi kepentingan umum jika tidak maka kebijakan tersebut berwatak “Alat” korporat dan birokrat saja. Lalu daya tawar UNMUH Jember sekarang apa jika kedua pinang yang di harapkan sudah tidak lagi di berikan, hal ini perlu di jawab dengan kerja nyata seperti kata Jokowi presiden kamu itu kawan.

 

Merubah UNMUH Jember yang mulai alay itu harus di tempuh dengan cara yang baik dan benar salah satu nya dengan hiring ke rektorat menyampaikan hal-hal penting demi kemajuan kampus tercinta dan jelas representatif suara mahasiswa di UNMUH Jember berada di tangan KORKOM IMM DAN BEM-U yang hari ini sedang ternina bobok kan.

 

Kabar baik BEM-U UNMUH Jember priode 2016/2018 seperti mati suri barang kali itu kutukan karna kemenangan nya melalui jalur aklamasi sebuah kecacatan demokrasi kampus akibat napsu kekuasaan salah satu ORMEK di dalam nya. Gayung bersambut hal itu tidak usah terlalu di fikirkan toh sekarang sudah akan di adakan pesta demokrasi di UNMUH Jember,  setelah sekian lama tidak ada kabarnya.

 

Pendaftraan PILPRESMA yang telah di buka sejak 19 maret 2018 lalu merupakan angin segar bagi mahasiswa yang gemar belajar politik dan cinta dengan jabatan.. Hawa politik itu tercermin adanya konsolidasi tertutup antar ORMEK yang begitu rapih,senyap, tidak jelas siapa bersenggama dengan siapa kapan dan dimana tetapi saya yakin ketika menjelang tahun politik kampus seperti sekarang ini hal itu pasti terjadi

Jika di PILPRES Indonesia ada parTAI-partai yang saling bersenggama,saling sikut,saling hantam dan kecam hal itu pun terjadi di antar ormek ketika PILPRESMA tiba, yang menurut data rilis Berikata.com pada tahun lalu ada 5 ormek kuat di UNMUH Jember yaitu (IMM.HMI,PMII,KAMMI, dan GMNI) Bagaimanakah peta konsolidasi PILPRESMA UNMUH Jember kali ini, mari kita analisa.

Rayon PMII di UNMUH Jember hanya ada 1 (Satu), HMI memiliki  ada 2 (dua) komisariat, GMNI ada 1(Satu) komisariat, KAMMI tida ada komisariat tetapi kader hijrah nya tersebar banyak di beberapa fakuktas, tuan rumah bernama IMM memiliki 8 Komisariat, dari peta sederhana di atas maka dapat di ambil hipotesa awal bahwa kunci kemenangan ada di tuan rumah, apakah begitu? Belum tentu karna politik itu by desaign dan power hegemonik.

 

Bagi kaum proletariat kampus seperti saya siapapun nanti yang akan menjadi PRESMA, haruslah mensejahtrakan masyarakat kampus UNMUH Jember dengan tidak menjadikan jabatan sebagai populeritas dan mengibarkan bendera saja, tetapi benar benar amanah agar Soe Hok Gie dan Paulo Freire tidak kecewa lalu mengecam dari dalam kubur hahaha

Ingat pesan Tuhan Islam

Dalam surat Anisa 58 : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.
Salam Literasi

 

Andi Saputra 

Kutu Buku Jember

 

 

 

 

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account