Membangkitkan Nalar Kritis Mahasiswa

Kondisi mahasiswa hari ini mahasiswa terjebak dalam dunia baru yang mengharuskan mereka untuk seperti robot, kreatifitas menghilang dikarenakan ketidak pedulian dengan keadaan sekitar.

Pada umumnya, mahasiswa sibuk dengan tugas-tugas kampus yang diberikan oleh dosen. Bahkan tidak jarang mahasiswa yang berpikir bahwa tugas akademik saja yang harus dikerjakan dalam dunia kampus. kegiatan-kegiatan yang di luar akademik, tinggalkan saja!. Berorganisasi pun kadang dilupakan, atau tidak dipedulikan. Sebuah paradigma berpikir yang sebenarnya akan membunuh kreatifitas mahasiswa.
Nantinya, mahasiswa akan bersentuhan langsung dengan masyarakat, dan ketika kemampuan bersosialisasi tidak di kembangkan dari sekarang, maka itu akan berakibat tidak baik
Organisasi berperan penting dalam pengembangan mahasiswa gaya hidup mahasiswa akhirnya menjadi penyebab tumpulnya pergerakan serta bentuk kepedulian mahasiswa dalam menemani langkah arah kebijakan pemerintah.
Kehidupan mahasiswa saat ini telah dipayungi oleh budaya konsumtif dan perkembangan teknologi bisa mengurangi perhatian mereka pada rakyat yang dilanggar haknya.
Waktu luang mahasiswa hanya dihabiskan oleh kegiatan-kegiatan yang tidak produktif. Sebut saja, mahasiswa kadang menghabiskan waktunya dengan bermain BB, twitter, facebook, atau skype. Jika saja waktu itu dimanfaatkan untuk melakukan diskusi yang membicarakan solusi permasalahan bangsa, tentu akan berbeda lagi masalahnya.
Maka, sudah saatnya mahasiswa mengambil pelajaran dari sondang sebagai ajang refleksi dan mampu mengubah pergerakan mahasiswa menjadi lebih baik. Mahasiswa harusnya membuang gaya hidup hedonisme, apatisme, dan sejenisnya.
Melihat pada zaman sekarang, perkembangan teknologi semakin maju.
Seharusnya dengan keadaan seperti ini Mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk berdemonstrasi melalui sosial media, akan tetapi malah di salah gunakan untuk hal-hal yg kurang positif.
Di Indonesia sendiri sekarang sedang tidak baik-baik saja. Masyarakat kerap sekali menjadi tumbal, menjadi obyek untuk intimidasi. Pemerintah sudah tidak pro-rakyat lagi, kapitalisme yang membuat negeri ini menjadi sasaran untuk dijajah.
Masalah yang kerap menjadi suatu yang di hiraukan oleh pemerintah yaitu masalah agraria, sengketa lahan, konflik pertanahan, antara pemodal dan rakyat. Banyak sekali kasus-kasus yang tidak di publikasi oleh pemerintah, setidaknya mahasiswa tau akan hal ini, namun karena mereka lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kesenangan pribadinya yang mereka anggap sudah benar, justru menjadi tembok penghalang bagi mereka berekspresi.
Masalah petani yang ada di Rembang, Kulon progo, Tumpang pitu, nelayan yang ada di Lamongan, dan masih banyak lg permasalahan agraria yang tidak di publikasikan, tentu ini menjadi sebuah misteri.
Dua puluh tahun lalu, mahasiswa bersatu untuk menjatuhkan rezim yang tidak pro rakyat. Membuat sejarah baru untuk perubahan (REFORMASI) , yang hingga sekarang menjadi suatu sejarah kebangkitan seluruh Mahasiswa Indonesia. Namun apa yang terjadi sekarang? mahasiswa hanya mencari aman saja, tanpa mempedulikan nasib rakyat. Agent of change, agen of control hanya semboyan belaka, dimana mahasiswa? Ketika rakyat mengeluh, hanya mahasiswa yang mampu menyuarakan. Bangkit, bangkit, bangkit, ORBA sudah mulai kembali
Mari satukan gerakan mahasiswa, bangkitkan mereka dari tidur lelapnya, agar mereka tau apa yang sedang terjadi pada Negri kita ini.
Jangan takut jatuh dan terantuk,dengan terbentur kalian akan terbentuk. Rakyat tidak butuh IPK mahasiswa, yang mereka butuhkan hanya aksi nyata untuk menyuarakan hak-haknya yang telah di rampas oleh penguasa.
Hidup Mahasiswa!!!
Hidup Raktay Indonesia!!!
NKRI Harga Mati!!!
Diam tertindas atau Bangkit Melawan!!!
Moh. Sholeh
sekbid hikmah PC IMM JEMBER

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account