Intermediate Perkaderan IMM

Pengalaman Darul Arqom Madya (DAM) memang sangat mengesankan dan menjadi sebauh catatan sejarah yang tidak terlupakan. Bertemu dengan saudara-saudara baru dari luar daerah memiliki kesan tersendiri yang begitu menyenangkan. Ditambah lagi dengan materi-materi sekaligus pemateri-pemateri yang luar biasa. Sehingga bisa saya simpulkan bahwa kader-kader yang belum merasakan dinamika training di Darul Arqom Madya akan sangat merugi.

 

Hal diatas bukanlah yang begitu subtantif, namun yang paling utama untuk diperhatikan adalah aktualisasi dari apa yang telah diperoleh selama DAM.

 

Momentum Pengkaderan tersebut seyogyanya menjadi sebuah refleksi totalitas dari proses ber-IMM, proses penyadaran diri untuk menjadi kader seutuhnya yang bertanggung jawab atas kekaderannya. Namun sangat disayangkan nilai inilah yang hilang dari beberapa kader yang telah mengikuti intermediate perkaderan.

 

Tanggung jawab besar yang diemban kader menjadi beban moral tersendiri yang seharusnya bukan untuk dijauhi tetapi dijalankan dengan sepenuh hati dan rasa ikhlas. Pasca Pengkaderan juga harus memiliki kesadaran yang tinggi dalam mewujudkan fungsi IMM sebagai Organisasi Perkaderan, berperan menciptakan akademisi Islam yang siap menjadi pemimpin, baik untuk Agama, Persyarikatan, dan tanah air tercinta ini.

Sesuai dengan tujuan IMM adalah mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah (Anggaran Dasar IMM pasal 7). Dalam tujuan tersebut, dapat diketahui dua kata kunci, yaitu akademisi Islam, berakhlak mulia dan tujuan Muhammadiyah.

Tentunya, dalam bermuamalah (bergaul) dengan sesama haruslah memiliki sifat yang terpuji. Kader sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna ikatan seharusnya sadar kata kunci yang pertama ini. Inilah yang harusnya disadari betul oleh masing-masing kader (di berbagai tingkatan) agar senantiasa menjadi pembeda dengan gerakan lain. Akhlak mulia telah lama dicontohkan oleh Rasulullah kepada kita sebagai umat, maka sepatutnya kita sebagai kader IMM harus menjadi umat terbaik sehingga tujuan IMM tersebut tidak terkontaminasi oleh arus pragmatisme semu.

IMM menaruh harapan besar terhadap kader-kader pasca intermediate Perkaderan untuk bisa menjadi penerus sebagai tulang punggung organisasi yang dimana IMM bisa eksis dipermukaan berkat adanya kader-kader tersebut, dan sepertinya kader yang sudah mengikuti DAM tersebut sudah menyadari hal demikian, namun kesadaran tersebut sebatas kesadaran yang tidak diaktualisasikan dalam wujud gerakan nyata membangun IMM.

Sangat sedikit yang mampu untuk mentransformasikan nilai tersebut ke dalam bukti nyata. Kalaulah DAM diadakan hanya sebagai seremonial belaka dan tidak memiliki output apa-apa, maka sebaiknya DAM yang memakan biaya puluhan juta tidak perlu untuk diadakan.

Namun tetap saja intermediate Perkaderan akan tetap berlanjut sampai kapanpun karena di dalam proses ini terdapat sebuah harapan untuk mengajak manusia kepada kebaikan, sebagaimana dikatakan Kanda Andreas Susanto “bahwa berhasilnya sebuah dakwah, apabila di dalamnya tertanam sebuah harapan”.

 

Produktivitas seorang kader seharusnya ditunjukkan setelah memiliki kesadaran yang tinggi, kesadaran dalam mewujudkan Nilai nilai Tri kompetensi dasar, kesadaran akan pentingnya melanjutkan perjuangan IMM, serta kesadaran akan pentingnya untuk terus merajut kaderisasi dan membina kader-kader yang baru. Sehingga IMM akan hilang dari peredaran apabila kader tidak lagi berfikir pentingnya sebuah kaderisasi.

 

Namun bagaimanpun, proses kaderisasi ini, dalam artian yang luas, akan tetap berlangsung sampai kapanpun, bahkan Nilai-nilai Tri Kompetensi Dasar itupun akan dengan mudah tercapai apabila seluruh kader IMM memiliki kesadaran yang sama serta mampu merealisasikannya dalam tindakan yang nyata.

 

Pada akhirnya IMM akan jaya apabila hal berikut bisa dilaksanakan, Petama: Turut memelihara martabat dan membela kejayaan bangsa. Kedua: Menegakkan dan menjujung tinggi agama Islam. Ketiga: Sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usha dan perserikatan Muhammadiyah. Keempat: Melakukan pembinaan, meningkatkan dan memadukan iman dan ilmu serta amal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Semoga apa yang menjadi ikrar perjuangan senantiasa terpatri pada diri kader IMM untuk meneruskan risalah kenabian dan menjadi garda terdepan menyelesaikan persoalan ummat. Kedepan kader harus lebih massif dan progresif dalam memainkan perannya dan mengambil bagian dalam semua lini kehidupan agar tercipta cita-cita Muhammadiyah dalam menjadikan masyarakat islam yang sebenarbenarnya sehingga menjadi rahmat bagi seluruh alam.

 

Ach Widady (Kabid Hikmah Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jember Periode 2017-2018)

 

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account