Banyuwangi Krisis Ekologi : Tambang Tumpang Pitu Adalah “Bukti”

Lima organisasi membuat membuat petisi yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menutup tambang emas di hutan lindung Tumpang Pitu yang berada di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.(reg.kom)

Sebagai Kaum teoritis Uthopis yang mengingan kan Negerinya tidak di hisap dan di jarah kekayaan nya tentu aksi permohonan yang di ajukan kawan kawan aktifis tumpang pitu kepada sang MAHA kuasa di sepetak Indonesia adalah aksi paling heorik dan penuh pengharapan agar segera di kabul kan.

Tapi sayang kawan, Urusan pertambangan teryata tak semudah Ibu muda melahirkan, yang hanya butuh semangat dan belaian kasih sayang.

Kelakuan Dzulkifli Hasan (KIFLI) ketika menjadi menteri kehutanan Saya fikir tak ubah nya Penjahat perang melalui surat keputusan Nomor SK. 826/Menhut –II/2013 KIFLI berhasil menurunkan status hutan lindung gunung Tumpang Pitu menjadi hutan produksi. Luas hutan lindung yang diturunkan statusnya itu sebesar 1.942 hektar.

Ketika ada Rakyat biasa mencoba menggali harta di Negeri nya sendiri dengan mudah nya Pemerintah memberi label (Tambang Ilegal) padahal dalam UU 04 2009 tentang MINERBA ada 3 Jenis Izin pertambangan yang di dalam nya rakyat punya hak nya

IUP (Izin Usaha Pertambangan)
IPR (Izin Pertambangan Rakyat)
IUPK ( Izin Usaha Pertambangan Khusus)

Dan di karena kan untuk mendapat kan izin tersebut di atas harus melalui Studi kelayakan sampai dengan dokumen tentang AMDAL wal hasil rakyat tidak bisa memenuhi karna tidak adanya modal sedang perusahan besar mampu menyiapkan persyaratan sebagaimana di Syaratkan dalam perizinan pertambangan yang kemudian pula tidak mampu menjalan kan ketantuan tentang AMDAL dan Lain sebagainya termasuk peraturan tentang pemberdayaan Masyarakat kawasan tambang

Bagi saya Konkrit NASIONALISASI SEMUA ASET PERTAMBANGAN adalah solusi pendampingan dan pelatihan yang tersetruktur bagi Masyarakat dan biarlah Masyarakat sendiri yang mengelola pertambangan tersebut dan tentu dengan tidak mengabaikan dampak jangka panjang nya. karna kita pun punya ahli ahli pertambangan yang pada saat ini hanya menjadi ABDI DAN PESURUH di Negerinya sendiri.

oh andai saja Negera ini Bisa saya kendalikan

Sekilas Info di atas tak usah di hiraukan karna tidak akan menimbulkan efek apapun kecuali ente benci kepada kepada sang MAHA kuasa di sepetak Indonesia.

sekalipun ente benci mungkin hanya sumpah serapah yang akan keluar dari bibir manis ente () dengan Jangan lupa masih ada RATUSAN titik tambang lain dan tentunya bukan di kelola oleh Negara atau Swasta Indonesia.

FORGET IT !

FLASBACK
=========
Saya pun ikut Berkaca kaca ketika Ayahanda Haedar Nashir “berbicara masalah keretakan bangsa di chanel TV (tiiit) ” beliau dengan nada lirih berpesan jangan Ugal ugalan”

bait kata sederhana syarat makna.

Kurang ugal ugalan Gimana Negara ini

saat ini semua membicarakan penting nya menjadi pancasilais

Namun di hampir semua produk peraturan dan kebijakan tidak ada yang pancasilais

Saat HTI Di sangka bertentangan dengan pancasila Disisi lain Negara jauah sekali dengan Pancasila

dan saya tidak melihat Negara berusaha menanamkan Nilai pancasila
(eh usaha dalam bentuk jargon “Saya Indonesia, Saya Pancasila”

Pancasila ada dan di akui tapi hanya hidup di ruang ide dan tak pernah terlaksana di ruang kenyataan

kalaupun ada Manusia Paling berpancasila Izinkan saya bersalaman dengannya.

Andi Saputra

(Pegiat Literasi)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account