“Ijtihad Pimpinan Menuju Gerakan Peradaban “

BEDAH TEMA PELANTIKAN JUSTITIA

Oleh: Andi Saputra

“Ijtihad Pimpinan Menuju Gerakan Peradaban “

Ijtihad (Arab: iاجتهاد) adalah sebuah usaha yang sungguh-sungguh, yang sebenarnya bisa dilaksanakan oleh siapa saja yang sudah berusaha mencari ilmu untuk memutuskan suatu perkara yang tidak dibahas dalam Al Quran maupun hadis dengan syarat menggunakan akal sehat dan pertimbangan matang(wikipedia)

Peradaban adalah bagian-bagian dari kebudayaan yang tinggi, halus, indah, dan maju. Sedangkan Pengertian peradaban yang lebih luas adalah kumpulan sebuah identitas terluas dari seluruh hasil budi daya manusia, yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia baik fisik (misalnya bangunan, jalan), maupun non-fisik (nilai-nilai, tatanan, seni budaya maupun iptek), yang teridentifikasi melalui unsur-unsur obyektif umum, seperti bahasa, sejarah, agama, kebiasaan, institusi, maupun melalui identifikasi diri yang subjektif. Istilah “peradaban” dalam bahasa inggris disebut civilization(Artikelsina)

Sebagai faham baru Gerakan IMM

Dari penjelasan arti kata di atas kita sudah dapat menganalisa bagaimana pengharapan terhadap susunan kata pada tema “Ijtihad Pimpinan Menuju Gerakan Peradaban “ yang di usung oleh komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah(IMM) Justitia. Dengan keadaan yang sedimikian rupa upaya upaya pergerakan Mahasiswa pada hari ini mengalami sebuah kemunduran lantaran hilang nya nilai nilai yang dalam hemat saya adalah nilai (Nalar) yang dalam herarkinya ada Nalar (Sadar,Kritis dan Tranformatif).

Memahami Ijtihad dalam komunal Modern

Teori sosial yang di kemukakan Michael O’Malley, Ph.D dalam bukunya The Wisdom Of  Bees (Kebijaksanaan Lebah) bahwa  komunal lebah sebagai contoh komunal yang mampu mengajarkan kepada Manusia tentang Ijtihad mulai dari kepemimpinan, Strategi gerakan,keilmuan  Dan kebermanfaatan, Komunal yang di bangun lebah mampu memberikan kebermanfaatan dengan kerjasama yang baik tanpa ada kata berhenti (Ijtihad)  sedang lebah lebah  tidak  melawan komunal nya sendiri (HOMOSEKSUAL/LESBIAN) yang dapat menimbulkan masalah serta penyakit adapun lebah yang menaruh ancaman dalam sarang itu hanya memberi peringatan pada komunalnya untuk fokus bekerjasama.

Perlu di pahami  Kader IMM pada umumnya bagaimana konflik sesama kader itu seharusnya bukan dimaknai sebagai bentuk saling melawan jika itu terjadi sama halnya HOMOSEKSUAL/LESBIAN jika pun ada konflik perbedaan pendapat (Istimbal) antar kader IMM harus di yakini tujuan nya mengingatkan sebagai perwujudan amal surat (Al Asr) dalam kebutuhan untuk mendapatkan sebuah SINTESA (hasil dari Ijtihad)  maka kader IMM perlu melakukan Dinamika pergerakan dengan terus bersebrangan (Konfrontatif) dengan yang bukan sepaham yaitu(Birokrasi yang bobrok, Pemikiran yang membusukan Agama dan jenis lain yang berlawanan) sehingga dari konflik tersebut  akan terdapat TESA + ANTITESA =SINTESA maka  Ijtihad yang di maksud dalam komunal modern adalah sebuah usaha yang terus menerus di lakukan dengan asas iman, ilmu dan sistem bekerjasama yang baik  dengan menimbulkan manfaat bagi Individu sendiri sebagai  bagian dari komunal dan Manusia lain di sekitar komunal,  dengan terus menumbuhkan Nalar.

Gerakan Peradaban IMM

Peradaban atau Budaya yang tinggi adalah kebutuhan untuk membangun Negara ini secara Fisik dan Non Fisik yang pada saat ini hilang arah untuk mengembalikan Peradaban masa lalu (kejayaan Islam) perlu di lakukan upaya sederhana melaului komunal (IMM) maka faham Budaya tinggi ini harus terus di sebarkan agar IMM ataupun komunal lain memiliki nalar kesadaran untuk terus tumbuh berkembang menjalan kan faham budaya yang tinggi tersebut.

bagian kecil dari Budaya tinggi yang harus di lakukan IMM adalah

Budaya Baca

Budaya Diskusi

Budaya Ketuhanan (Ibadah)

Budaya Nalar(Sadar,Kritis dan Tranformatif)

bagian kecil dari membangun peradaban di atas harus di lakukan oleh IMM., sebagai wujud Fashtabiqul Khoirot.

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account